Tuesday, October 13, 2009

make a wish


"Dreams are wishes casted upon stars, so catch a shining one ~ take your friend's hand~ and hold on forever"


...so I got this randomly through the internet... brings back to the memories of rituals that were done just for the sake of bringging hope since I was little. Wishing while looking deep into the night sky.


So when I was about 5, my sister was only 6, we had the ritual every Saturday night, if we stayed home, to take out the pandan mattress outside to the back yard. Dad will turn off all the lights in the house. Mom will make nice chocolate milk for me, tea for Dad, and nothing for my sister because she could not stand dairy products. Both she and I were in our pajamas. Rushed we ran after Dad with our pillows and threw them on the mattress. Then four of us would lie down facing the deep sky. That time, my hometown still has thousands of stars. My Dad will start the story about his childhood, or about the galaxy, or about what we should be. Mom would sang softly..


"Starlight starbright, first star I see tonight." ... my bosom friend and I ran in the dark of early morning in Stonington, ready for a drive to the airport. Suddenly we saw a shooting star. We smiled at each other, just like almost 20 years ago. "Oooh, Rachma, we gotta make a wish, come one!" Shutting our eyes real quick and both made wishes...(Ya Allah, I wish for.....)


Well, I haven't seen my thousands of stars lately. I haven't scented night breeze lately... When I get home, I might do that... and when I see my first star, I will whisper your name and make a wish for you. ....
"Dreams are wishes casted upon stars, so catch a shining one ~ take your friend's hand~ and hold on forever"

..so I got this randomly through the internet... brings back to the memories of rituals that were done just for the sake of bringging hope since I was little. Wishing while looking deep into the night sky.
So when I was about 5, my sister was only 6, we had the ritual every Saturday night, if we stayed home, to take out the pandan mattress outside to the back yard. Dad will turn off all the lights in the house. Mom will make nice chocolate milk for me, tea for Dad, and nothing for my sister because she could not stand dairy products. Both she and I were in our pajamas. Rushed we ran after Dad with our pillows and threw them on the mattress. Then four of us would lie down facing the deep sky. That time, my hometown still has thousands of stars. My Dad will start the story about his childhood, or about the galaxy, or about what we should be. Mom would sang softly..

"Starlight starbright, first star I see tonight." ... my bosom friend and I ran in the dark of early morning in Stonington, ready for a drive to the airport. Suddenly we saw a shooting star. We smiled at each other, just like almost 20 years ago. "Oooh, Rachma, we gotta make a wish, come one!" Shutting our eyes real quick and both made wishes...(Ya Allah, I wish for.....)
Well, I haven't seen my thousands of stars lately. I haven't scented night breeze lately... When I get home, I might do that... and when I see my first star, I will whisper your name and make a wish for you

Sunday, October 11, 2009

Jika aku terbangun di kala pagi masih belum merekah,
langsung mengingatmu,
atau ketika kutarik selimutku dan mengingat isi kata-katamu,
atau pula dalam tidur yang nyenyak, tersapa oleh bayangmu,
apa itu artinya kau punya arti bagiku?


Jika tuturmu terngiang di telingaku di setiap waktu yang bergulir,
atau pembicaraan yang kembali dan kembali mengalir,
atau bayang nanar akan dirimu selalu terbit.
apa itu artinya kau punya arti bagiku?

Sedangkan subuh tidak bisa menjelaskan padaku
kapan rasa arti itu muncul
tidak satu titik embun yang menyadarkan
untuk menilainya dengan akal dan logika


Sementara aku hanya manusia dengan jiwa dan hati yang sama
yang hanya berharap masa dan rasa itu benar adanya
jiwa yang tiba-tiba menempatkanmu di relung hatiku
tanpa alasan, tanpa sebab….

tanpa alasan


Jika aku terbangun di kala pagi masih belum merekah, langsung mengingatmu,
atau ketika kutarik selimutku dan mengingat isi kata-katamu,
atau pula dalam tidur yang nyenyak,
tersapa oleh bayangmu,
apa itu artinya kau punya arti bagiku?


Jika tuturmu terngiang di telingaku di setiap waktu yang bergulir,
atau pembicaraan yang kembali dan kembali mengalir,
atau bayang nanar akan dirimu selalu terbit.
apa itu artinya kau punya arti bagiku?

Sedangkan subuh tidak bisa menjelaskan padaku kapan rasa arti itu muncul
tidak satu titik embun yang menyadarkan untuk menilainya dengan akal dan logika
Sementara aku hanya manusia dengan jiwa dan hati yang sama
yang hanya berharap masa dan rasa itu benar adanya
jiwa yang tiba-tiba menempatkanmu di relung hatiku
tanpa alasan, tanpa sebab….

Wednesday, October 7, 2009

ENGKAULAH PUISIKU -- ditulis oleh Zainal Fuad

ENGKAU HANYA SEDIKIT MENULIS PUISI UNTUKKU
KALAU GAK MAU DIKATAKAN TIDAK PERNAH

AKAN TETAPI SETELAH AKU AMATI ....
SENYUMANMU ADALAH PUISI
TATAPANMU ADALAH PUISI
JALANMU ADALAH PUISI
BICARAMU ADALAH PUISI
BAHKAN DOAMU ADALAH PUISI CINTAYANG ENGKAU SAMPAIKAN PADAKU
TAK PERNAH PUTUS..TAK PERNAH BERHENTI..

(.. ketika aku tidak melihat puisi itu.. mungkin karena aku dibutakan oleh kebodohanku...)

Hakikat Cinta - ditulis oleh seseorang bernama Zainul Fuad

Ini puisi yang diambil dari karya seseorang. Mungkin isinya biasa saja, tapi sebenarnya beberapa dari kita harus mulai mempertimbangkannya.. dalam setiap detik nafas, selagi ada...

Cinta bukan sebatas berkata kangen
Sehingga cari jalan untuk bertemu
Cinta bukan hanya manifestasi nafsu yang butuh pelampiasan
Cinta juga bukan rasa cemburu berlebihan,
sehingga harus ada terdakwa di meja hijau

Cinta bukan ungkapan sayang dan ingin mati bersamanya
Cinta bukan kesetiaan yang setiap detik harus diucapkan
bak mantara sebelum perang
Cinta bukan sebuah makna kejujuran terdalam
karena pasti ada muatan kemunafikan dan kepentingan
Cinta bukan emosi berkabut, hingga bunuh diri ketika ada perpisahan
Cinta bukan muara kebenaran setiap saat ketuk palu pembebasan
Cinta bukan pembebasan tak bertuan, sehingga butuh pasukan khusus untuk merebutnya
Cinta bukan misteri malam, hingga butuh pelita untuk penerangan
Cinta adalah semuanya, tanpa batas, tanpa sekat

aku pinjem puisinya untuk diberikan ke ketiga jiwaku saat ini: Abach Puput, Ka Dasha dan Baby Aqila

Wednesday, September 30, 2009

pertama kali suka krn dia naik sepeda ke kampus :-) aku juga suka naik sepeda..

Bukanlah kurangnya rasa cinta yang membuat kebersamaan menjadi tidak bahagia, tetapi kurangnya persahabatan. Ketika kita memohon doa, maka ada 2 konsekuensi mutlak dalam doa tsb. Pertama, Tuhan pasti akan mengabulkan doa itu, asalkan konsekuensi kedua dilaksanakan oleh yg memanjatkan doa, bahwasanya kita mengkondisikan diri kita utk layak dalam mengusahakan agar doa tsb berhasil.

Di Jabal Rahmah, tempat pertemuan Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa yang telah terpisah selama 100 tahun, begitu banyak manusia yg datang dan mencatatkan 'keinginan hatinya' akan pasangannya kelak di akhirat. Ini hanya akan tercapai bukan krn dilandasi rasa cinta, tetapi karena kita mensahabatkan diri kita dengan orang yang kita inginkan menjadi pasangan akhirat tsb.

Jadi mana yg lebih indah? Menikahi orang yang adalah sahabat kita? Atau menikahi orang yang siap bersahabat dengan kita? Jawabannya: sama. .....



Aku pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang juga sahabat sejati. Bukannya hanya dari kegemaran kami saja yang sejalan, tetapi setelah melalui begitu banyak hambatan, kekhilafan, fitnah, dan segala macamnya, aku tetap menemukan bahwa dia adalah sosok yang setia yang selalu mau MENDENGAR, mau BERBAGI RASA, mau TUKAR PENDAPAT, dan MEMBUKA PIKIRAN dan HATI.


Sahabat yang sangat sederhana. Laki-laki yang serius dalam pekerjaannya, menjadi teman bermain dan pembimbing bagi keluarganya, teguh dalam prinsipnya, dan sabar. Imam yang baik.


Dia yang paling mengerti semua kemarahanku, perasaanku, suasana hatiku, sangking mengertinya ketika ada perubahan sedikit saja dia langsung tahu. Dia yang paling tau makanan kegemaranku, hal yang membuat aku ngambek, kemalasanku, tampangku ketika tidur, dan semua sifat-sifatku. Semua hal strategis yang bisa membuatku hanya percaya kepadanya (laki-laki kedua yang aku percaya ya Ayahku! obvious.. kedua-duanya tidak pernah berbohong sedikitpun padaku, ga pernah ingkar janji....)


Persahabatan 17 tahun tidak akan mungkin terus berjalan tanpa doa dan kesabaran serta saling pengertian. Semoga Allah akan selalu menjaga.


Iya. Hari ini aku sudah menikah dengan dia 10 tahun lamanya. Aku menikahi laki-laki yang pertama menarik perhatianku karena bersepeda ke kampus dan terlihat lucu ketika ospek! :-) Dia sahabatku. Dia mentor pelajaran fisikaku, mekanika teknik yang menggilakan, dan struktur... dan sekarang soal pengetahuan umum.... perkembangan politik dan ekonomi.. dia adalah "otak kiri dan kananku", dia adalah "tangan kiri dan kananku"... .


Semoga Allah selalu menjaga persahabatan kami. Semoga Allah menjaganya sampai kami di akhirat. Amin.


me 'wuv julesta putra! :-)